Sabtu, 21 Oktober 2017

VENDING MACHINE MINUMAN




Asal mula vending machine

         Vending machine adalah sebuah mesin yang menjual barang,makanan dan minuman secara otomatis, vending machine tidak memerlukan seorang operator untuk menjualnya, karena vending machine dapat melakukkannya sendiri. Vending machine ditemukan oleh seorang insinyur bernama Heron dari Alexandria. Pada tahun 1880-an. Vending machine diperkenalkan di London, Inggris, yaitu mesin penjual kartu pos otomatis. Sedangkan di Amerika Serikat membuat vending untuk menjual permen karet pada tahun 1888, senin ini dibuat oleh Thomas Adams Gum Company, vending machine semakin berkembang pesat di Jepang, sehingga segala kebuuhan sehari-hari bisa dibuat vending machinenya. Tidak hanya diluar negeri saja bahkan di Indonesia juga kita bisa menemukan vending machine, namun hanya dibeberapa tempat saja, tidak seperti di Jepang dan negara-negara maju lainnya, kita dapat dengan mudah menemukan mesin pintar ini. Vending machine di Indonesia umumnya hanya menjual makanan dan minumnan, vending machine di Indonesia kebanyakan didatangkan atau diimport dari luar negeri seperti Jepang, Korea, China dan Amerika. Sebenarnya di Indonesia ada perusahaan yang memproduksinya yaitu PT. METEC Semarang yang berlokasi di Tanjung emas export Procesing Zone, Semarang Jawa Tengah. Namun produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut dipasarkan di JEpang, karena PT ini adalah anak cabang dari perusahaan Jepang yang memproduksi vending machine yaitu Perusahaan KUBOTA.

Jenis-jenis vending Machine

·         -Vending machine menjual koran
·         -Vending machine Snack
·         -Vending machine minuman kaleng
·         -Vending machine Ice cream
·         -Vending machine hot coffe
·         -Vending machine gadget
-     -Vending machine makanan hewan

Kelebihan Vending Machine
 
·         -Memudahkan costumer untuk membeli minuman
·         -Lebih efisien dan efektif
·         -Menghemat waktu atau tidak perlu menunggu antrian
·         -Lebih terjangkau karena buka 24 jam
-Kekurangan  Vending Machine
·        -Uang tidak boleh lecek, basah dan coret-coretan
·         -Jika mati lampu maka mesin juga akan mati
·         -Harga produk dalam vending machine lebih mahal
·         -Tidak bisa menggunakan uang logam

Cara penggunaan Vending Machine

           Untuk menggunakan vending machine kita dapat menggunakan uang kertas dan uang logam.langkah pertama yang kita lakuan adalah memasukkan uang sesuai dengan harga yang terdapat dalam setiap jenis minuman yang kita inginkan, baik dengan uang kertas ataupun uang logam. Apabila setelah kita masukkan uangnya maka mesin akan mendeteksi apakah uang tersebut asli atau palsu, jika uang itu palsu maka mesin akan menolak dan mengembalikan uang tersebut, namun jika uang itu asli maka mesin akan memproses  ke proses selanjutnya dengan cara memilih jenis minuman yang ada pada label vending machine.
            Jika uang yang dimasukkan melebihi harga minuman maka otomatis mesin tersebut memberikan kembalian, yang dikeluarkan di return box (kotak tempat kembalian uang). Setelah transaksi selesai, maka minuman yang telah dipilih akan keluar secara otomatis ke delivery port (tempat keluarnya minuman).



Referensi






Jumat, 28 Juli 2017

Aplication Service Library



APLICATION SERVICE LIBRARY

Perpustakaan Layanan Aplikasi ( ASL ) adalah kerangka kerja kerangka publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk membakukan proses dalam Manajemen Aplikasi , disiplin memproduksi dan memelihara sistem dan aplikasi informasi . Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai seperangkat buku yang menjelaskan praktik terbaik dari industri TI . Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (kebanyakan hanya tersedia dalam bahasa Belanda ) dan di situs resmi Yayasan ASL BiSL.
 
ASL terkait erat dengan kerangka kerja ITIL (untuk IT Service Management ) dan BiSL (untuk Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional ) dan Model Kematangan Kemampuan Memanfaatkan (CMM).
 
Kerangka kerja ASL dikembangkan karena ITIL, yang dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada saat itu, ITIL tidak memiliki panduan khusus untuk merancang, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan aplikasi. Versi ITIL yang lebih baru, terutama V3 , telah semakin membahas Domain Manajemen Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi; Yayasan ASL BiSL telah menerbitkan sebuah makalah putih yang membandingkan ITIL v3 dan ASL .
 
ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda , yang awalnya merupakan model R2C eksklusif, yang berevolusi menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001, ia disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang menjadi Yayasan ASL BiSL. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.
Tujuan
ASL2 dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat. Dua kategori utama alat bantu didefinisikan:
  • Deskripsi proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan best-practices
  • Terminologi standar, hindari jebakan berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
- Tujuan dari ASL adalah untuk membantu profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Struktur dari ASL2
ASL2 berisi 3 level, 6 cluster proses (3 di tingkat operasional, 1 pada tingkat taktis, 2 di tingkat strategis) dan totalitas 26 proses.
Tingkat operasional
Ada 4 proses dalam cluster Application Support. Proses dalam klaster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sistem informasi sehari-hari. Proses dalam cluster ini adalah: